P E T R I C H O R


Not a writer
She writes what she has in mind

Facebook


Twitter

Ask me anything

a little piece of peace

“Assallamualaikum..Atuuuk oo atuk..” Bunyi ringtone khas Upin Ipin dari handphone saya berulang tiga kali sebelum akhirnya saya jawab panggilan itu. Karena panggilan pukul 10 malam itu dari nomor tak dikenal, maka saya jawab dengan malas-malasan, “Halo”

“Halo, maap bu tadi saya isi pulsa elektronik lima ribu tapi malah nyasar ke nomer ini,” jawab seorang bapak-bapak disertai logat Sunda yang kental.

“Loh? Masa sih? Yaudah saya cek. Mau diganti nggak?”

“Nggak usah bu, gak papa, salah saya. Maap ganggu bu”

“Oh, gpp. Makasih kalo gitu”

Percakapan berakhir. Saya merasa agak senewen dan berpikir, kalau memang dia nggak ingin pulsanya diganti, untuk apa menelepon saya, lagi pula itu kelalaiannya sendiri. Saya kembali menatap layar televisi. Tiba-tiba saya penasaran apa benar-benar orang tadi nyasar isi pulsa, atau cuman iseng-iseng menelepon orang. Saya mengecek pulsa, ternyata benar, pulsa saya bertambah lima ribu.

Tadinya saya cuek saja, karena saya juga pernah beberapa kali nyasar isi pulsa dan rugi beberapa ribu rupiah, tapi tidak ada yang menggantinya lagi karena toh memang itu kelalaian saya.

Tetapi saya berpikir lagi, bapak-bapak tadi hanya mengisi pulsa lima ribu rupiah, ditambah lagi dia menelepon saya dengan nomor lain (yang bisa diasumsikan kalau ia benar-benar apes dan berharap ada yang mengganti). Ia merasa benar-benar dirugikan oleh transaksi pulsa nyasar yang nilainya (hanya) lima ribu rupiah. Bisa saja tadi sebelum ia pergi ke counter penjual pulsa, ia bimbang antara memilih menggunakan uang yang ia punya untuk mengisi motornya seliter bensin atau mengisi pulsa.

Akhirnya saya menghubungi teman saya yang menjual pulsa dan meminta tolong untuk mengisi pulsa ke nomor tadi.

Saya tidak merasa dirugikan, toh pulsa saya terisi sebelum benar-benar habis, untuk mengganti pulsanya pun saya tidak perlu capek jalan kaki ke depan. Saya justru merasa senang, bisa membantu orang lain. Walaupun tidak seberapa, tetapi memberi dengan rela itu tidak tergantikan bahagianya.

Ternyata benar kata orang-orang, lebih baik memberi daripada menerima.